Sebelum lebih khusus membahas tentang Manajemen Keuangan, kita perlu mengetahui pengertian manajemen pada umumnya. Manajemen sendiri ialah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya. Sementara Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Tugas manajer keuangan selaras dengan tujuan perusahaan. Ada 4 tujuan perusahaan, diantaranya:
1. Memperoleh laba maksimal;
2. Sustainability (pertumbuhan);
3. Meningkatkan nilai perusahaan;
4. Meningkatkan kemakmuran/ kekayaan pemegang saham.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendirian suatu usaha adalah untuk mendapat laba, bukan hanya sekedar laba, melainkan laba maksimal. Banyak cara untuk meraih laba maksimal, tentunya dalam memperolehnya tidak pula mengesampingkan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dipenuhi. Sebagai contoh pembayaran pajak perusahaan, biaya instalasi IPAL, dan kewajiban lainnya.
Perusahaan harus tumbuh dan berkembang. Dalam prosesnya saling berhubungan dengan poin nomor 1 diatas (memperoleh laba maksimal). Jangan sampai proses pertumbuhan ini jatuh akibat pengesampingan kewajiban-kewajiban perusahaan yang menyebabkan hubungan dengan pelanggaran hukum.
Meningkatkan Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan dapat diukur dari 2 kriteria, yaitu:
a. Harga Pasar Saham
Harga per lembar saham suatu perusahaan mencerminkan nilai perusahaan. Sebagai contoh: PT. X memiliki nilai saham Rp. 4000/ lembar saham, maka nilai perusahaan PT. X adalah 4000. Harga saham suatu perusahaan didasarkan atas hasil analisa dan ekspektasi investor.
b. Nilai Liquidasi
Nilai liquidasi berhubungan dengan total aset yang dimiliki suatu perusahaan. Semakin tinggi nilai aset maka nilai perusahaan juga semakin tinggi.
a. Harga Pasar Saham
Harga per lembar saham suatu perusahaan mencerminkan nilai perusahaan. Sebagai contoh: PT. X memiliki nilai saham Rp. 4000/ lembar saham, maka nilai perusahaan PT. X adalah 4000. Harga saham suatu perusahaan didasarkan atas hasil analisa dan ekspektasi investor.
b. Nilai Liquidasi
Nilai liquidasi berhubungan dengan total aset yang dimiliki suatu perusahaan. Semakin tinggi nilai aset maka nilai perusahaan juga semakin tinggi.
Meningkatkan Kemakmuran/ Kekayaan Pemegang Saham
Selain dari 3 poin diatas, tujuan perusahaan adalah memakmurkan para pemegang saham. Hal ini sebagai kompensasi atas resiko ketidakpastian menanam saham pada perusahaan.
Sekarang kita menginjak pada pokok bahasan, yaitu tentang fungsi manajemen keuangan. Ada 4 fungsi manajemen keuangan, diantaranya:
1. Fungsi Investasi;
2. Fungsi Financing;
3. Fungsi Modal Kerja;
4. Fungsi Kebijakan Dividen.
Fungsi Investasi
Fungsi Investasi berhubungan dengan pengalokasian dana perusahaan. Manajer Keuangan memiliki kebijakan mengalokasikan dana kedalam berbagai macam aset. Dalam hal ini tentunya menjunjung nilai keutamaan dan efisiensi. Pengalokasian dana tertuju pada struktur finansial dalam neraca.
Fungsi Financing
Fungsi Financing berhubungan dengan pendanaan. Dalam hal ini kebijakan yang dimiliki manajer keuangan adalah mencari sumber pendanaan untuk pembelian aset, baik melalui hutang lancar maupun hutang jangka panjang.
Fungsi Modal Kerja
Fungsi modal kerja (working capital) mengacu pada aset lancar dan hutang lancar perusahaan. Seluruh aset lancar perusahaan harus memenuhi jumlah hutang lancar perusahaan. Apabila sebaliknya, jumlah aset lancar lebih sedikit dari hutang lancar perusahaan, dan pada waktu tertentu perusahaan harus memenuhi hutangnya, maka kegiatan usaha perusahaan akan terhambat. Kebijakan ini sangat penting dilakukan agar perusahaan dapat terus beroperasi untuk melakukan usaha.
Fungsi Kebijakan Dividen
Dalam fungsi ini erat kaitannya dengan keputusan pendanaan perusahaan. Kapan manajer keuangan menggunakan laba, menahan laba, maupun menggunakan labanya untuk pembagian dividen.
Fungsi Modal Kerja
Fungsi modal kerja (working capital) mengacu pada aset lancar dan hutang lancar perusahaan. Seluruh aset lancar perusahaan harus memenuhi jumlah hutang lancar perusahaan. Apabila sebaliknya, jumlah aset lancar lebih sedikit dari hutang lancar perusahaan, dan pada waktu tertentu perusahaan harus memenuhi hutangnya, maka kegiatan usaha perusahaan akan terhambat. Kebijakan ini sangat penting dilakukan agar perusahaan dapat terus beroperasi untuk melakukan usaha.
Fungsi Kebijakan Dividen
Dalam fungsi ini erat kaitannya dengan keputusan pendanaan perusahaan. Kapan manajer keuangan menggunakan laba, menahan laba, maupun menggunakan labanya untuk pembagian dividen.

0 komentar:
Posting Komentar